penulisanlaporan antara institusi/lembaga satu dengan yang lain telah memiliki pedoman masing-masing yang mengacu pada standart pedoman penulisan ilmiah secara umum. Secara rinci, pada bagian lain pada diktat ini (Bab V) akan diberikan beberapa contoh umum format pembuatan/penulisan laporan penelitian. B. Tujuan Riset
CaraMembuat Kata Penutup dalam Makalah atau Laporan Contoh Penutup. Bagian penutup dalam makalah lebih menonjolkan mengenai kesimpulan yang bisa di dapat di dalam makalah yang sudah kamu buat. Untuk membuat kesimpulan yang baik dan benar, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan. Diantaranya adalah sebagai berikut ini :
laporanmini riset mengidentifikasi masalah dalam kesulitan belajar dosen pengampu mata kuliah dr. aman simaremare, m.pd. psikologi pendidikan disusun oleh Untuk pendidik diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman bagi anak didiknya dan dapat menciptakan cara belajar yang mampu membuat peserta didik bersemangat dalam belajar
Problemfocused coping adalah usaha individu untuk mengurangi atau menghilangkan stress dengan cara menghadapi masalah yang menjadi penyebab timbulnya stress secara langsung (Lazarus and Folkman, 1980 dalam Diponegoro, 2001: 52).
Vay Tiền Nhanh Ggads. Unduh PDF Unduh PDF Seorang periset didefinisikan oleh keingintahuan, pengaturan dan ketelitiannya. Apabila Anda sedang melakukan suatu proyek, menemukan, mengevaluasi dan mendokumentasikan sumber informasi secara metodis akan memperbaiki hasil dari proyek riset. Definisikan, perbaiki, uraikan material Anda hingga Anda memiliki bukti yang cukup untuk menulis laporan yang pasti. 1Tentukan alasan yang baik mengapa riset ini perlu dilakukan. Tentukan siapa yang akan tertolong oleh riset. Alasannya mungkin berdasarkan keperluan akademis, pribadi, atau profesional Anda, tapi alasan ini harus menjadi motivasi Anda untuk melakukan riset yang teliti. 2Tentukan masalah atau pertanyaan yang ada. Anda harus mengolah pertanyaan tersebut hingga ke istilah dasar, periode waktu dan disiplin ilmu. Tulis pertanyaan turunan yang perlu diriset sebelum Anda bisa menjawab pertanyaan tersebut.[1] 3Pertimbangkan tesis Anda. Biasanya suatu tesis adalah respon terhadap topik umum atau pertanyaan yang dipertanyakan. Anda harus memiliki pemikiran tentang apa yang Anda akan gunakan untuk riset Anda; namun ide pemikiran tersebut tidak perlu sempurna sebelum memulai proyek riset. 4 Serahkan proposal riset, bila ini diperlukan untuk guru, atasan atau grup Anda. Umumnya proposal riset diperlukan untuk proyek riset yang akan berlangsung lebih lama dari beberapa minggu. Makalah, proyek kelulusan dan proyek riset lapangan akan memerlukan proposal riset yang menyatakan masalah yang ingin Anda selesaikan melalui investigasi. Nyatakan masalahnya dulu, kemudian jelaskan mengapa masalah tersebut relevan dan penting bagi orang-orang yang akan menerima riset Anda. Masukkan jenis riset yang akan Anda lakukan, termasuk membaca, survey, mengumpulkan data statsitik atau bekerja dengan spesialis. 5 Tentukan ruang lingkup dan parameter proyek Anda. Topik-topik berikut harus ditentukan sebelum Anda mulai Pembagian waktu untuk riset berjalan. Anda akan memerlukan agar riset berjalan. Anda akan memberlukan pembagian waktu agar berhasil melakukan semua dasar riset Anda. Sebuah daftar topik yang harus disertakan dalam laporan akhir Anda. Bila Anda memiliki suatu silabus atau penunjukkan resmi, yang menerangkan ruang lingkup. Jadwal peninjauan oleh oleh guru atau manejer, agar Anda bisa mencapai kemajuan sepanjang proses riset. Jumlah sumber informasi yang diperlukan. Umumnya jumlah sumber informasi sepadan dengan panjang makalah. Format untuk daftar riset, daftar kutipan dan hasil kerja.[2] Iklan 1 Mulai di internet dengan mesin pencari dasar. Ketik istilah dasar pertanyaan riset untuk mendapat pengetahuan singkat akan subjek. Lebih baik pilih situs yang bersumber pada universitas, ilmuwan, proyek dan jurnal riset pemerintah. Catat sumber informasi yang istimewa yang Anda merasa nyaman mencantumkannya. Gunakan tanda tambah untuk mencari beberapa kata ketika digunakan bersama. Misalnya, “Christmas+Boxing Day.” Gunakan tanda minus untuk tidak memasukkan kata ke dalam hasil pencarian. Misalnya, “+Christmas -shopping.”[3] Kumpulkan informasi tentang situs tersebut, berupa tanggal penerbitan, otoritas yang menerbitkan, dan tanggal Anda memasukinya, juga URL-nya. 2 Lanjut ke perpustakaan. Bila dimungkinkan, gunakan perpustakaan kampus sekolah tinggi atau universitas setempat. Bila perpustakaan yang lebih besar tidak ada, buat kartu perpustakaan di perpustakaan umum. Konsultasi dengan pustakawan untuk mendapatkan referensi untuk menemukan koleksi buku, jurnal dan kamus yang dimiliki perpustakaan. Misalnya, daftar buku Perpustakaan Badan Legislatif akan memberi Anda akses pada semua buku atas suatu topik tertentu. [4] Baca latar belakang, seperti buku sejarah, foto, dan definisi dalam kamus besar. Gunakan katalog kartu elektronik untuk mendapatkan buku yang bisa diminta dari perpustakaan-perpustakaan lain. Gunakan lab komputer untuk mengakses jurnal dan media lain yang hanya tersedia di perpustakaan. Contohnya, beberapa jurnal ilmiah yang hanya tersedia di komputer perpustakaan. Lihat dalam lab media untuk melihat sumber informasi lain, seperti microfiche, film dan wawancara yang tersedia di perpustakaan. Minta material yang menjanjikan lewat meja referensi atau lewat akun perpustakaan Anda. [5] 3Jadwalkan wawancara dengan orang-orang yang mengalami langsung dengan topik yang diriset. Wawancara dan survey bisa menghasilkan kutipan, arahan dan data statistik yang mendukung riset Anda. Wawancara para ahli, saksi dan para professional yang menjalankan riset relevan di masa lampau. 4Atur riset observasi. Melakukan perjalanan untuk mengumpulkan informasi di lokasi yang relevan bisa membantu mendapatkan sejarah dan latar belakang riset proyek Anda. Bila Anda diijinkan untuk menggunakan pendapat-pendapat dalam laporan riset Anda, Anda bisa mencatat perkembangan riset dan perubahan pandangan Anda. [6] 5Perbaiki riset Anda saat Anda mengembangkan arahan dengan riset Anda. Ketika Anda memutuskan tesis Anda, Anda harus membaginya menjadi sub-topik yang bisa Anda cari secara daring, di perpustakaan, atau dengan wawancara dan riset observasi individual. Ingat bahwa Anda akan memerlukan paling 6 sumber informasi yang baik untuk tiap 15 halaman laporan terakhir Anda.[7] Iklan 1 Tanyakan apakah sumbernya primer atau sekunder. Sumber primer adalah bukti, artefak atau dokumen yang berasal dari orang-orang yang berhubungan langsung dengan suatu situasi. Sumber sekunder adalah yang mendiskusikan informasi dari sumber primer. Sumber informasi sekunder bisa berupa sudut pandang atau analisa dari suatu kejadian atau dokumen historis original. Misalnya, suatu catatan imigrasi akan menjadi sumber primer, sementara artikel koran tentang leluhur dari suatu keluarga akan menjadi sumber sekunder. 2Pilih sumber informasi yang objektif dibanding yang subjektif. Bila pembawa cerita dari suatu cerita tidak terhubung secara personal pada subjek, biasanya dia akan tetap objektif. 3Pilih sumber informasi yang telah diterbitkan secara tercetak. Sumber daring atau situs biasanya kontrolnya tidak seketat artikel yang diterbitkan dalam jurnal atau buku. 4 Cari sumber informasi yang berlawanan. Sumber informasi subjektif yang memiliki sudut pandang berlawanan bisa menjadi sangat penting, karena akan bisa memberikan pandangan lebih luar terhadap isu tersebut. Temukan “pain points” atau poin masalah yang perlu diselesaikan dalam argumen Anda dan dokumentasikan cara mana saja yang memungkinkan untuk menghadapinya. Adalah mudah untuk melakukan riset yang mendukung tesis Anda. Coba menemukan sumber yang tidak mendukung tesis Anda sehingga Anda bisa menghadapi bantahan terhadap proyek Anda. 5Evaluasi apakah sumbernya relevan dan/atau cacat sebelum menggunakan riset tersebut pada proyek Anda. Jaga sumber Anda tetap terpisah hingga Anda memutuskan untuk menggunakannya dalam bagian riset Anda. Walau membantu dalam proses riset, beberapa sumber tidak akan cukup berharga untuk mendukung riset yang diterbitkan. Iklan 1Siapkan buku catatan. Catat semua pertanyaan yang dihasilkan riset Anda diikuti dengan sumber dan jawaban yang Anda temukan. Catat referensi jumlah halaman, URL dan sumber informasi yang menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. 2 Bubuhi semua informasi dengan catatan. Fotokopi sumber informasi cetak Anda dan catat sumber informasi visual atau audio. Buat catatan samping tentang istilah-istilah yang perlu didefinisikan, relevansi terhadap topik riset Anda dan sumber-sumber yang saling mendukung. Gunakan pensil dan spidol pada fotokopi. Anda sebaiknya melakukan ini saat Anda bersamaan saat membacanya, bukan belakangan. Membuat catatan mendorong Anda membaca dengan aktif. Buat daftar kutipan yang akan berguna dalam laporan Anda. 3Simpan berkas, agar Anda bisa menjaga semua riset Anda. Pisahkan dalam folder sesuai topik yang berbeda bila dimungkinkan. Anda juga bisa menggunakan sistem penyimpanan berkas elektronik seperti Evernote untuk menyimpan hasil pindai, situs dan catatan bersama. 4Bangun uraian bersama Anda melakukan riset. Pisahkan topik yang Anda perlu dengan nomor. Kemudian pisahkan sub-topik yand harus Anda cari dan laporkan dengan huruf. Iklan 1 Jangan “bootstrap.” Jangan dasarkan tesis Anda pada generalisasi yang dibuat oleh makalah riset sebelumnya. Coba untuk tidak mengasumsikan bahwa pendekatan di masa lampau adalah satu-satunya pendekatan. Menjauh dari riset Anda untuk beberapa hari, hingga Anda bisa melihatnya dengan pandangan yang lebih segar. Istirahat tiap minggu, seperti yang Anda lakukan dengan sebuah pekerjaan. 2Bicarakan riset Anda pada seseorang yang tidak mengetahui apapun tentang topik tersebut. Coba menjelaskan apa yang telah Anda temukan. Minta orang tersebut untuk bertanya bila ada pertanyaan yang timbul saat dia mendengar tentang topik tersebut, untuk melihat topik tersebut dengan pandangan yang segar. 3Coba menemukan sumber informasi dalam bidang-bidang yang berbeda. Bila Anda telah mendekati suatu subjek dari perspekatif antropologi, coba makalah sosiologi, biologi atau bidang lain. Perluas sumber-sumber Anda melalui bagian referensi perpustakaan Anda. 4Mulai menulis. Mulai mengisi uraian Anda. Saat Anda menulis, Anda akan menentukan sub-bagian mana yang perlu riset lebih. Iklan Hal yang Anda Butuhkan Kartu perpustakaan Buku catatan Spidol Mesin fotokopi Pensil Peta Uraian Evernote Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?
Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia KONASPI VIII Tahun 2016 halaman 1393 MODEL PERKULIAHAN INOVATIF UNTUK CALON GURU HEBAT Suyatno Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya Email ABSTRACT This paper describes various models of innovative lectures that can improve the quality of teacher candidates to become great teachers. The method used is observation and reflection of the implementation of lectures conducted in classes of prospective teachers in subjects which are then described in the model of innovative lectures. Subjects were students of Indonesian language and literature education in Unesa in theoretical lectures and practical lectures with innovative models. The impact of the lecture were students happy, confident, and feel the practical benefits to be a teacher. The impact on the students who are already teachers are teachers declare success in teaching and gain trust his leadership to become the management team of the school. Social impact, innovative lectures able to build confidence in working together and sharing. ***** Makalah ini mendeskripsikan aneka model perkuliahan inovatif yang mampu mendongkrak kualitas calon guru sehingga menjadi guru hebat. Metode yang dipakai adalah observasi dan refleksi pelaksanaan perkuliahan yang dilakukan di kelas-kelas calon guru dalam mata kuliah yang diampu kemudian dideskripsikan ke dalam model perkuliahan inovatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa pendidikan bahasa dan sastra Indonesia di Unesa dalam perkuliahan teoretis dan praktik dengan model perkuliahan inovatif. Dampak pengiring dari perkuliahan tersebut adalah mahasiswa senang, percaya diri, dan merasakan manfaat praktis untuk menjadi guru. Dampak bagi mahasiswa yang sudah menjadi guru adalah guru menyatakan keberhasilannya dalam mengajar dan mendapatkan kepercayaan pimpinannya untuk menjadi tim pengelola sekolah. Dampak sosialnya, perkuliahan inovatif mampu membangun kepercayaan diri dalam bekerja sama dan saling berbagi. Kata kunci Perkuliahan Inovatif, Prinsip Inovasi, Model Perkuliahan
Mini riset merupakan bagian tugas kuliah yang diberikan dosen pengampu mata kuliah tertentu bagi seluruh mahasiswanya. Masing-masing dosen biasanya mempunyai patokan tersendiri tentang susunan dalam menulis mini riset. Cara membuat mini riset jika dibandingkan dengan karya tulis ilmiah tidaklah berbeda. Keduanya mempunyai standar penulisan yang hampir sama. Sangat penting mengetahui seperti apa susunan dan contoh membuat mini riset. Tujuannya adalah agar kamu bisa membuat penelitian yang baik dan benar. Terdapat lima bab dalam mini riset secara umum. Kamu bisa menyusunnya dari bagian pertama yaitu pendahuluan lalu diakhiri kesimpulan. Terdapat pula daftar pustaka yang harus kamu cantumkan untuk memberikan informasi sumber yang kamu gunakan ketika membuat mini riset. Agar lebih jelas, kali ini kamu bisa menyimak seperti apa cara membuat mini riset langsung berdasarkan penjelasan berikut Bagian Muka Pada bagian muka, terdapat tiga bagian penting yang wajib kamu cantumkan. Pertama adalah sampul mini riset, berisikan judul, nama kamu sebagai penulis, instansi tempat kamu bernaung. Kedua, buat daftar isi berisi seluruh daftar bab ataupun isian mini riset tersebut. Bagian ketiga yaitu abstrak, sebagai ringkasan mini riset. Abstrak bisa kamu tulis 150 sampai 200 kata. Lanjutkan dengan kata pengantar agar bisa ditulis oleh para penulis dalam mini riset. Kata pengantar digunakan untuk ucapan syukur beberapa pihak terkait selesainya mini riset. Bab I Pendahuluan Pada bab 1, mini riset harus menyebutkan latar belakang dan rumusan masalah. Kemudian dilanjutkan dengan tujuan penelitian dan manfaat penelitian. Bab II Kajian Pustaka Dalam kajian pustaka, kamu bisa menyampaikan apa saja teori relevan dengan permasalahan yang kamu angkat pada penelitian tersebut. Bab III Metode Penelitian Pada tahap berikutnya, cara membuat mini riset adalah menambahkan metode penelitian. Apa yang harus kamu bahas dalam bagian ini yaitu dua hal penting. Pertama, terkait bagaimana kamu mengumpulkan data. Kedua, metode apa yang kamu gunakan dalam mengumpulkan data. Bab IV Hasil dan Pembahasan Hasil dan pembahasan merupakan bagian bab empat pada mini riset. Bagian tersebut jadi bagian terpenting dalam penelitian. Bab V Kesimpulan dan Saran Ini adalah bagian akhir dalam penulisan mini riset. Pada bagian tersebut, merupakan bagian paling pamungkas yang sering dicari oleh para pembaca mini riset. Itulah penjelasan lengkap tentang bagaimana cara membuat mini riset. Pada akhirnya, membuat tulisan mini riset tidaklah berbeda dengan jenis karya ilmiah lainnya. Apa yang membuatnya berbeda adalah jumlah halaman lebih terbatas, yaitu hanya 20 halaman maksimal. Setelah mempelajari penyusunan mini riset, kamu bisa mengerjakan tugas kuliah lebih mudah. Gunakan panduan ini sebagai referensi penting sebelum kamu mulai mengerjakan mini riset.
Cover Mini RisetPengaruh Penggunaan Bahasa Gaul Dikalangan Mahasiswa Terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia Di Perguruan TinggiStudi Kasus Mahasiswa Universitas Negeri MedanLaporan PenelitianDiajukan Untuk Memenuhi TugasMata Kuliah Bahasa IndonesiaDosen Dr. M. Oky Fardian Gafari, 19790115 200501 1002Oleh KELOMPOK IC Reguler 2015Suib 3152131023Adelina Sormin 3151131004Bella Otavia Siregar 3151131007Vicky Ghaneza 3153131035Yudha Pradana 3151131053Arta Tina Novelia Waruwu 3152131027Wentina Muliati Hutabarat 3152131026Dewi Damayanti 3152131003Erlina Dewi Siregar 3152131007JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFIFAKULTAS ILMU SOSIALUNIVERSITAS NEGERI MEDANKata Pengantar Mini RisetKATA PENGANTAR Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayahnya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Penelitian tentang Pengaruh Penggunaan Bahasa Gaul Dikalangan Mahasiswa Terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia Di Universitas Negeri Medan. Laporan Penelitian ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapat bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan Laporan Penelitian ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan Laporan Penelitian ini. Terlepas dari itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik yang membangun dari pembaca agar kami dapat memperbaiki Laporan Penelitian yang selanjutnya akan kami susun. Akhir kata kami berharap semoga Laporan Penelitian tentang Pengaruh Penggunaan Bahasa Gaul Dikalangan Mahasiswa Terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia Di Universitas Negeri Medan ini dapat memberikan manfaat maupun menambah pengetahuan dan wawasan pembaca mengenai Pengaruh Penggunaan Bahasa Gaul Dikalangan Mahasiswa Terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia Di Universitas Negeri Desember 2017Kelompok I Daftar Isi Mini RisetDAFTAR ISI KATA PENGANTAR ...........................................................................................................DAFTAR ISI ..........................................................................................................................BAB I Latar Belakang ................................................................................................................. Rumusan Masalah ............................................................................................................ Tujuan Penelitian ............................................................................................................. Manfaat Penelitian ...........................................................................................................BAB II KAJIAN Bahasa .............................................................................................................................. Komunikasi ...................................................................................................................... Konformitas .....................................................................................................................BAB III METODOLOGI Metode Penelitian ............................................................................................................ Populasi dan Sampel ........................................................................................................ Teknik Pengumpulan Data ............................................................................................... Teknik Analsis Data .........................................................................................................BAB IV HASIL DAN Hasil Penelitian ................................................................................................................ Pembahasan Penelitian .....................................................................................................BAB V KESIMPULAN DAN Kesimpulan ...................................................................................................................... Saran ................................................................................................................................DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................ iii1222345667789101011 Isi Laporan Mini RisetBAB Latar Belakang Mini RisetBahasa merupakan simbol khas dari suatu negara ataupun wilayah, karena bahasa merupakan unsur vital dalam berkomunikasi atau sebagai alat komunikasi paling utama. Dalam melakukan interaksi, hubungan sosial dengan sesama di masyarakat, setiap orang butuh bahasa. Bahasa sangat beragam di dunia ini, karena setiap negara mepunyai bahasa masing-masing yang berbeda satu sama lain, bahkan bahasa dapat membedakan antara negara yang satu dengan negara yang lain maupun daerah yang satu dengan daerah lainnya. Negara Indonesia menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa umum atau utama dalam bernegara, berbeda dengan negara Amerika yang menggunakan bahasa Inggris dalam bernegara. Jadi, bahasa juga dapat menjadi ciri dari suatu Indonesia yang terdiri dari banyak pulau atau wilayah mempunyai berbagai macam bahasa yang berbeda tiap pulau dan daerahnya yang disebut bahasa daerah. Bahasa daerah ini dipakai dalam keadaan nonformal, dalam arti saat berinteraksi sesama warga satu daerah. Sedangkan dalam acara formal menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa penuturnya, karena bahasa Indonesialah yang diakui dan disepakati rakyat Indonesia dalam Sumpah Pemuda adalah bahasa Indonesia. Bahasa daerah dari suatu daerah yang satu dengan yang lain berbeda contohnya Sumatra Barat mempunyai bahasa Minang sebagai bahasa daerah, sedangkat Medan mempunyai bahasa Batak. Bahasa daerah ini dapat membedakan wilayah yang satu dengan wilayah yang berkembangnya waktu, maka pemakaian bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari mulai bergeser digantikan dengan pemakaian bahasa anak remaja yang dikenal dengan bahasa gaul. Anak remaja menganggap kalau tidak mengerti bahasa gaul berati remaja tersebut tidak gaul. Bahasa gaul makin meraja di kalarang remaja bahkan tak jarang banyak orang berpendidikan pun menggunakan bahasa gaul ini, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan baik dalam waktu formal maupun non-formal mengakibatkan penggunaan bahasa menjadi tidak baik dan tidak benar. Dalam “miniriset” ini penulis akan mencoba mengupas segala sesuatu tentang “Pengaruh Penggunaan Bahasa Gaul Dikalangan Mahasiswa Terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia Di Universitas Negeri Medan”. Rumusan Masalah Mini Riset Dalam penelitian sederhana ini mencakup permasalahan penggunaan bahasa gaul di kalangan civitas akademika Universitas Negeri Medan, dan dampak penggunaan bahasa gaul tersebut terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar ? Tujuan Penelitian Mini riset ini bertujuan untuk mengetahui fenomena yang terjadi di lingkungan mahasiswa dalam menggunakan bahasa gaul menjadi sebuah kebiasaan dan bahasa keseharian serta dampaknya terhadap mahasiswa Universitas Negeri Medan dengan tidak menggunakan bahasa Indoneisa yang baik dan Manfaat Penelitian Penelitian ini memiliki manfaat sebagai bahan masukan bagi kalangan mahasiswa Universitas Negeri Medan yang masih menggunakan bahasa gaul dalam lingkungan Universitas Negeri Medan dan sebagai bahan rujukan untuk penelitian berikutnya terkait dengan penggunaan bahasa gaul dilingkungan mahasiswa. BAB IIKAJIAN BahasaKamus Besar Bahasa Indonesia secara terminology mengartikan bahasa sebagai sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi, dan mengindentifikasikan diri. Bahasa adalah bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia, bukan bunyi yang dihasilkan alat lain. Bahasa berasal dari udara yang keluar dari paru-paru menggetarkan pita suara di kerongkongan dan kemudian terujar lewat dkk 20101 menurut Keraf dalam Smarapradhipa 20051, memberikan dua pengertian bahasa. Pengertian pertama menyatakan bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Kedua, bahasa adalah sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal bunyi ujaran yang bersifat arbitrer. Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa bahsa adalah bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia yang digunakan untuk berkomunikasi atau berinteraksi antara anggota bahasa menurut Abidin, dkk 20103 menjelaskan bahwa fungsi utama bahasa adalah sebagai media komunikasi, tetapi selain sebagai media komunikasi bahasa juga memiliki fungsi lain yaituØ Fungsi ekspresif Bahasa dapat digunakan untuk mengekspresikan ide, gagasan, dan pengelaman. Contohnya dalam puisi. Pengarang mengeksperikan ide, gagasan dan pengalamanya dengan bahasa yang ditulis per bait yang disebut Fungsi estetis Bahasa sebagai media yang indah untuk menyampaikan pesan. Fungsi estetis ini biasa diwujudkan dalam bentuk karya Fungsi informatif, artinya bahasa dapat digunakan untuk menginformasikan sesuatu kepada orang Alat fungsional, artinya bahasa dapat dijadikan sebagai alat untuk mencapai tujuan negara mempunyai bahasa resmi masing-masing. Dalam Bahasa Indonesia bahasa resmi itu disebut bahasa baku. Bahasa baku terdiri dari kata-kata yang baku. Kata-kata baku adalah kata-kata yang standar sesuai dengan aturan kebahasaan yang berlaku, didasarkan atas kajian berbagai ilmu, termasuk ilmu bahasa dan sesuai dengan perkembangan zaman, dengan kata lain bahasa baku adalah bahasa yang menjadi bahasa pokok yang menjadi bahasa standar dan acuan yang digunakan sehari-hari pada bahasa percakapan maupun bahasa baku lazim digunakan dalamØ Komunikasi resmi Tertulis, contoh surat-menyurat resmi, pengumuman resmi, undang- undang dan Wacana Teknis, contohnya laporan resmi, karangan ilmiah, buku pelajaran dan Pembicaraan di depan umum, contohnya ceramah, kuliah, pidato dan Pembicaraan dengan orang yang dihormati dan sebagainya Formal, contohnya guru terhadap murid, saat sedang rapat di intansi tertentu, pembicaraan gaul atau bahasa prokem yang khas Indonesia dan jarang dijumpai di negara-negara lain kecuali di komunitas-komunitas Indonesia. Bahasa gaul dijadikan sebagai bahasa dalam pergaulan anak-anak remaja. Istilah ini muncul pada akhir tahun 1980-an. Pada saat itu ia dikenal sebagai bahasanya para anak jalanan disebabkan arti kata prokem dalam pergaulan sebagai preman. Namun seiring bertambahnya waktu bahasa prokem yang tadinya hanya dipakai para preman atau anak jalanan sebagai bahasa rahasia beralih fungsi menjadi bahasa KomunikasiSejak dalam kandungan, bayi sudah menjalin komunikasi dengan ibunya, demikian juga sebaliknya. Komunikasi antara bayi dan ibunya dilaksanakan secara verbal, misalnya bayi dalam kandungan yang bergerak-gerak, namun juga dilaksanakan secara lisan, misalnya ibu yang mengucapkan kata, Sayang, anakku..Komunikasi berguna untuk menyampaikan pesan dari komunikator pemberi pesan kepada komunikan penerima pesan agar dapat dipahami, dimengerti, dan mungkin dilaksanakan. Komunikasi sangat penting bagi kebahagian hidup kita. Ada beberapa peranan yang disumbangkan oleh aktivitas komunikasi dalam rangka menciptakan kebahagiaan Komunikasi membantu perkembangan intelektual dan sosial manusia. Seiring dengan bertambahnya usia manusia, maka lingkungan pergaulan semakin luas. Bersamaan dengan ini perkembangan intelektual dan sosial manusia semakin bertambah. Bertambahnya kedua aspek tersebut sangat ditentukan oleh kualitas komunikasi manusia dengan lingkungan sekitar di mana ia berada. Oleh Wilbur Scharmm 1971, hubungan sosial ini diinginkan karena manusia merasa harga dirinya atau rasa amannya akan bertambah jika menjadi anggota masyarakat. Kebutuhan ini direalisasikan dengan menjalin komunikasi yang harmonis dengan kelompok sosial di mana seseorang itu berada. Hubungan dilaksanakan secara langsung antarpersonal. 2. Dengan komunikasi, manusia dapat menemukan jati diri atau identitasnya. Sebab manusia secara individual akan mendapatkan feed back atau umpan balik dari manusia lain. Dalam komunikasi manusia menanggapi, mengamati, berkata, memperhatikan atau mencatat berbagai hal yang disampaikan oleh orang lain. 3. Dalam rangka memahami realitas di sekeliling manusia serta menguji kebenaran kesan-kesan dan pengertian yang dimiliki tentang dunia sekitar kita, manusia perlu membandingkan dengan kesan-kesan dan pengertian orang tentang realitas yang sama. Keempat, kesehatan mental manusia sebagian besar juga ditentukan oleh kualitas komunikasi atau hubungan kita dengan orang lain, lebih-lebih orang-orang yang merupakan tokoh-tokoh signifikan dalam hidup KonformitasKonformitas adalah meleburkan diri pada lingkungan agar mendapat pengakuan. Dalam perkembangan sosial remaja, konformitas memang amat diperlukan karena akan meningkatkan self esteem harga diri anak. Konformitas meningkat sejalan dengan bertambahnya jumlah anggota kelompok. Dimana dalam penelitian-penelitian terkini justru menunjukkan bahwa konformitas cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya ukuran kelompok hingga delapan orang anggota tambahan atau lebih. Jadi tampak bahwa semakin besar kelompok mahasiswa yang menggunakan bahasa gaul, maka semakin besar pula kecenderungan mahasiswa lainnya untuk ikut serta meskipun tingkah laku tersebut berbeda dari yang sebenarnya diinginkan. BAB IIIMETODOLOGI Metode PenelitianPenelitian ini dilakukan untuk mengungkapkan bagaimana fenomena yang terjadi seputar penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar pada mahasiswa perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang merupakan desain penelitian yang bersifat alamiah, dalam arti peneliti tidak berusaha memanipulasi setting penelitian, melainkan melakukan studi terhadap suatu menggunakan metode penelitian kualitatif adalah sebuah fenomena yang kompleks dapat diakomodasi dengan menggunakan metode yang terbuka dan penggunaan teori hanya berfungsi mengembangkan sensitivitas peneliti untuk memandu jalannya penelitian dan mengungkapkan permasalahan yang diteliti Mirra N. Milla, 2010. Data yang muncul dalam penelitian kualitatif ini berbentuk ungkapan kata informasi yang di sampaikan responden kepada peneliti dan akan di akomodasi untuk mendapat hasil yang Populasi dan Sampel1. Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa Universitas Negeri Sampel Mengingat populasinya sangat besar, serta agar diperoleh sampel yang representative yaitu sampel yang benar-benar menggambarkan keadaan populasi yang sebenarnya, maka sampel diambil memakai dengan teknik, yaitu Purposive Sampling. Purposive Sampling yaitu sampling yang bertujuan untuk mengambil subjek yang di dasarkan atas tujuan tertentu Arikunto, 2006. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian penggunaan bahasa gaul di kalangan mahasiswa Universitas Negeri Medan, maka sesuai dengan Purposive Sampling sampel dalam mini riset ini adalah 10 orang mahasiswa Universitas Negeri Medan yang menggunakan bahasa gaul dan kurang fasih dalam berbahasa Indonesia dengan baik serta menggambarkan karakteristik populasi Teknik Pengumpulan DataTeknik pengumpulan data penelitian ini adalah wawancara semi struktur. Teknik pencatatan wawancara semi struktur dengan menggunakan voice recorder handphone dan wawancara tidak struktur dengan menggunakan catatan kecil. Deskrpsi masalah yang peneliti angkat berdasarkan masalah etic yang merupakan teoritical review serta empirical finding yang permasalahannya muncul dari temuan teori atau penelitian sebelumnya Milla, 2011. Peneliti mencari sumber literatur mengenai bahasa dan penyalahgunaannya pada orang masa kini sehingga muncul masalah yang menarik perhatian peneliti tentang penggunaan bahasa indonesia dengan baik dan benar dan perkembangannya pada masa kini. Kemudian peneliti memilih responden dan menjalin komunikasi dan pendekatan hingga responden mau menjadi subjek dalam penelitian ini. Lalu peneliti melakukan wawancara semi struktur secara mendalam selama dua Teknik Analsis DataTeknik Analisis Data dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif yang dilakukan sesuai dengan pendekatan fenomenologi, sehingga analisis data yang digunakan dengan cara mengeksplorasi pengalaman-pengalaman subjektif dan mengklarifikasi situasi yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. Dari pertanyaan wawancara kemudian di analisis setiap jawaban responden dan mengidentifikasikannya sesuai dengan maksud dan tujuan penelitian. BAB IVHASIL DAN Hasil Penelitian Pada zaman sekarang, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sudah sangat jauh dari kebenaran, sehingga timbullah bahasa gaul anak muda atau yang lebih dikenal dengan bahasa “alay, slang,”. Kebanyakan penduduk Indonesia terutama penduduk asli dari daerah-daerah tertentu sudah banyak tidak menggunakannya sebagaimana mestinya. Pengetahuan akan sejarah bahasa Indonesia sudah banyak terabaikan dalam pendidikan sekolah sehingga seseorang terutama remaja tidak mampu untuk menghargai setiap bahasa yang telah di perjuangkan faktor kebiasaan menggunakan bahasa gaul, membuat setiap orang menjadi tidak biasa bahkan tidak tahu akan bahasa yang tepat ketika digunakan untuk berkomunikasi. Faktor teman sebaya dan media elektronik sangat mempengaruhi perkembangan bahasa yang ada. Dan juga faktor dari konformitas di antara individu dengan suatu kelompok. Agar mampu untuk bertahan di lingkungan yang serba dinamis, maka mau tidak mau seseorang mengikuti alur penelitian menyadari bahwa penggunaan bahasa “gaul” adalah suatu kebiasaan yang salah dan mesti diubah. Akan tetapi, perilaku tersebut memberikan sensasi kesenangan yang luarbiasa karena variasi kata dan kalimat serta kalimat yang digunakan sangat menarik. Seiring dengan perkembangan teknologi pada masa kini, berkomunikasi menggunakan bahasa alay tidak hanya dilakukan secara verbal, tetapi pesan nonverbal melalui media elektronik juga digunaka dengan tidak menggunakan bahasa yang semestinya baku.Dampaknya adalah kesulitan dalam berkomunikasi dan berinteraksi menggunakan bahasa Indonesia dengan lawan bicara terkhususnya ketika berada di lingkungan pendidikan bagi pelajar. Dan ketakutan akan omongan yang berbelit-belit ketika berdiskusi di karenakan pembendaharaan kata bahasa Indonesia yang minim yang di sebabkan oleh faktor dari kebiasaan tidak menggunakan bahasa Indonesia dengan baik. Sehingga menggangu prestasi belajar mahasiswa, hubungan dengan dosen dan Pembahasan Penelitian Eksistensi Bahasa Indonesia di zaman sekarang ini perkembangan bahasa Indonesia kian menurun. Masuknya berbagai bahasa asing yang tidak mungkin kita tolak dan ada beberapa kata asing yang diserap menjadi kosa kata Indonesia. Namun, disisi lain, keberagaman bahasa serapan juga menjadi masalah bagi orsinilitas bahasa yang kian mengkhawatirkan dan penggunaan tata bahasa yang kian asal-asalan, baik tulisan maupun lisan. Tentu saja, media televisi, koran, radio, internet dan merek dagang import adalah termasuk faktor pendorong utama yang ikut mencederai kebahasaan kita. Fenomena ini sangat kentara pada pengunaan bahasa oleh anak-anak muda saat ini. Munculah istilah bahasa gaul, bahasa alay, dan kata lain keberadaan bahasa Indonesia semakin terkalahkan dengan munculnya bahasa lain seperti bahasa gaul. Pengaruh Bahasa Gaul Terhadap Bahasa Indonesia Di era globalisasi ini penggunaan bahasa gaul makin meraja dan terus muncul bahasa gaul baru yang membuat eksistensi bahasa Indonesia kian menurun. Penggunaan bahasa gaul ini membuat remaja makin sulit mengetahui bahasa Indonesia yang baik yang benar. Bahkan penggunaan bahasa yang terlalu sering mebuat orang-orang tak sadar bahwa bahasa tersebut bukan bahasa yang baik dan benar. Tidak jarang dalam acara formal pun banyak orang yang menggunakan bahasa gaul yang dalam konteksnya tidak sengaja. Media Mempengaruhi Perkembangan Bahasa Gaul Terliahat dari contoh struktur bahasa gaul bahwa media sangat berpengaruh terhadap penggunaan bahasa gaul, khususnya situs-situs jejaring sosial. Penikmat situs-situs jejaring sosial kebanyakan adalah remaja dan berstatus sebagai mahasiswa. Tulisan seorang remaja di situs jejaring sosial yang menggunakan bahasa gaul, akan dilihat dan bisa jadi ditiru oleh remaja lain. Tapi tak dapat dipungkiri bahwa penyerapan bahasa gaul dikalangan anak dan remaja yang tengah menjadi tren merupakan bagian dari konformitas terhadap lingkungan. Yang dimaksud konformitas adalah meleburkan diri pada lingkungan agar mendapat pengakuan. Dalam perkembangan sosial remaja, konformitas memang amat diperlukan karena akan meningkatkan self esteem harga diri anak. Jadi, remaja yang memang diperlukan bagi perkembangan sosialnya, yang harus diajarkan pada anak adalah soal penempatan, dalam arti kapan dan kepada siapa bahasa tersebut boleh digunakan BAB VKESIMPULAN DAN Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan pada bab IV, maka dapat disimpulkan bahwa, keberadaan bahasa gaul memang sangat mengganggu eksistensi bahasa Indonesia. Namun disisi lain kita tidak bisa mencegahnya apalagi dikalangan anak-anak dan remaja serta kalangan mahasiswa karena perkembangan psikologis menuntut mereka agar diakui di masyarakat dan salah satunya dengan mengikuti tren bahasa gaul itu sendiri. Oleh karena itu perkembangan bahasa gaul tidak dapat dicegah tetapi dapat diminimalisir jika kita kembali meningkatkan eksistensi bahasa Indonesia itu sendiri. Dari 10 responden penelitian mereka mengakui bahwa merasa nyaman dengan penggunaan bahasa gaul dikalangan mereka sendiri, yang mana hal ini dianggap sebagai ciri khas yang membedakan mereka dengan kelompok lain di kalangan mahasiswa Universitas Negeri Saran Bahasa sebagai alat komunikasi verbal yang digunakan dalam proses berpikir ilmiah dimana bahasa merupakan alat berpikir dan alat komunikasi untuk menyampaikan jalan pikiran tersebut kepada orang lain, baik pikiran yang berlandaskan logika induktif maupun deduktif, untuk itu kita sebagai mahasiswa yang berada di kalangan akademika seharusnya menanamkan sifat disiplin dalam berbahasa Indonesia. Sehingga dengan sifat disiplin itulah akan menjadikan bahasa Indonesia tetap lestari sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Selain itu, jika ada pengaruh bahasa “populer/gaul” yang masuk ke dalam bahasa Indonesia hendaknya disesuaikan dengan kaidah berbahasa Indonesia, yang pada hakikatnya merupakan identitas bangsa Indonesia. DAFTAR PUSTAKAAbidin, Yunus,dkk. 2010. Kemampuan Berbahasa Tinggi Indonesia di Perguruan. Bandung CV. Maulana S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta Rineka CiptaKwartolo, Yuli. 2006. Membuka Cakrawala dengan Komunikasi. Artikel jurnalMilla, 2010. Psikologi Kualitatif, Metodologi Kualitatif dalam Penelitian Psikologi. Pekanbaru Suska 2011. Psikologi Kualitatif. Hand out materi kuliah. Diakses tanggal 2 Desember 2017
cara membuat laporan mini riset